Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat paripurna DPR RI untuk menyampaikan keterangan pemerintah terkait kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Sidang berlangsung di kompleks parlemen dan dihadiri pimpinan DPR, anggota kabinet, serta sejumlah pejabat negara.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih dinamis. Kebijakan fiskal RAPBN 2027 disebut difokuskan pada penguatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Presiden juga menyoroti pentingnya efisiensi belanja negara agar anggaran dapat digunakan secara tepat sasaran. Pemerintah, kata Prabowo, akan memprioritaskan sektor strategis seperti ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penguatan industri nasional.
“Kita harus memastikan APBN menjadi instrumen yang kuat untuk melindungi rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Prabowo dalam sidang paripurna.
Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan negara melalui optimalisasi penerimaan pajak dan penguatan sektor produktif. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali serta mempertahankan stabilitas fiskal jangka panjang.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak DPR untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menyusun RAPBN 2027 agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Rapat paripurna berlangsung dengan agenda penyampaian pandangan umum serta pembahasan lanjutan antara pemerintah dan DPR terkait arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2027. Pemerintah berharap RAPBN yang disusun dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.








