Kabar terbaru mengenai jurnalis Indonesia yang diduga diculik tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza terus menjadi perhatian publik. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri masih melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kondisi dan keselamatan para warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF). (kumparan)
Berdasarkan informasi terbaru, jumlah WNI yang diduga ditahan atau hilang kontak bertambah menjadi sembilan orang. Mereka terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang berada di sejumlah kapal berbeda dalam armada bantuan menuju Gaza. (kumparan)
Beberapa nama jurnalis Indonesia yang dilaporkan ikut dalam rombongan tersebut antara lain Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang sebelumnya disebut pernah bekerja di iNews. (kumparan)
Insiden bermula ketika armada Global Sumud Flotilla dicegat militer Israel di perairan internasional Laut Mediterania saat membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Sejumlah kapal dilaporkan kehilangan kontak setelah dilakukan intersepsi oleh pasukan Israel. (ANTARA News Sulteng)
Pemerintah Indonesia mengecam tindakan pencegatan tersebut dan mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak kapal serta menjamin keselamatan para relawan dan jurnalis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu. (kumparan)
Selain pemerintah, Dewan Pers, organisasi media, hingga sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan kecaman dan meminta perlindungan terhadap jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas peliputan kemanusiaan. (Instagram)
Sementara itu, pihak keluarga dan perusahaan media tempat para jurnalis bekerja masih menunggu kepastian mengenai keberadaan mereka. Beberapa jurnalis disebut sempat mengirim pesan darurat atau video SOS sebelum komunikasi terputus. (radarsampit.jawapos.com)








