Purwakarta – Pekerjaan pengaspalan jalan desa di wilayah Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, menjadi sorotan awak media. Pasalnya, hasil pengerjaan hotmix yang baru selesai dikerjakan dinilai terlihat kurang maksimal dan diduga tidak sesuai spesifikasi yang tercantum pada papan kegiatan.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut merupakan pekerjaan pengerasan jalan desa (hotmix) dengan volume panjang 302 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 3 cm. Anggaran yang digunakan mencapai Rp145.694.000 yang bersumber dari APBN Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026.
Namun dari hasil pantauan awak media di lapangan, kondisi permukaan jalan terlihat kurang rata dan finishing pinggiran aspal dinilai kurang rapih. Selain itu, secara kasat mata ketebalan aspal diduga tidak mencapai 3 cm seperti yang tercantum dalam papan proyek.
Tidak hanya itu, bahu jalan di sisi kanan dan kiri juga terlihat belum tertata maksimal, bahkan terdapat bagian yang tampak menggantung. Warna permukaan aspal yang terlihat belang di beberapa titik turut menjadi perhatian dan menimbulkan dugaan pengerjaan dilakukan kurang maksimal.
Awak media menilai pembangunan yang menggunakan anggaran negara seharusnya mengutamakan kualitas agar hasilnya kuat, tahan lama dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar selesai secara administrasi.
Dengan adanya sorotan ini, awak media meminta pihak terkait, termasuk instansi pengawas dan pemerintah desa, turun langsung melakukan pengecekan terhadap kualitas serta volume pekerjaan di lapangan agar tidak menimbulkan dugaan kerugian negara dan kekecewaan masyarakat.






