Seorang pria di Pandeglang ditangkap aparat kepolisian setelah diduga membunuh pacarnya sendiri akibat sakit hati. Pelaku disebut emosi setelah korban beberapa kali menghina ibunya dan menyebut sang ibu sebagai orang yang “penyakitan”.
Menurut keterangan polisi, pertengkaran antara pelaku dan korban terjadi sebelum insiden tragis tersebut. Dalam cekcok itu, korban diduga mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan pelaku hingga memicu kemarahan. Pelaku kemudian diduga melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Warga sekitar sempat digegerkan dengan penemuan korban dalam kondisi tak bernyawa. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat perkara dan mengumpulkan barang bukti.
Polri menyebut pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku khilaf dan terbawa emosi akibat ucapan korban terhadap ibunya.
Jenazah korban telah dievakuasi untuk proses autopsi, sementara pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi. Penyidik juga mendalami kronologi lengkap kejadian serta kemungkinan adanya faktor lain yang memicu tindak pidana tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar dan kembali menyoroti pentingnya pengendalian emosi dalam hubungan pribadi. Polisi mengimbau masyarakat menyelesaikan konflik secara baik tanpa menggunakan kekerasan yang dapat berujung fatal.








